Sedih deh waktu tahu kalau sebagai Ibu, kita tidak bisa memberikan ASI karena dengan berbagai alasan. Yahh..mau bagaimana lagi kalau karena sesuatu hal membuat kita terpaksa memberikan susu kepada bayi lewat botol. Semangatlah Ibunda..hal ini tidak berarti kita tidak sayang sama anak lho…kasih sayang itu bisa dicurahkan lewat berbagai macam cara kok. Pemilihan DOT dan BOTOL SUSU yang baik tentunya salah satu bentuk kita care sama si kecil. Nah buat ibunda, jangan cemas lagi ya…

TIPS MEMILIH DOT
? Sesuaikan ukuran dot dengan kebutuhan bayi.
Ukuran dot umumnya disesuaikan dengan ukuran mulut bayi. Untuk bayi kecil, berikan dot berukuran kecil dengan lubang kecil pula. Demikian juga dengan bayi sedang dan besar. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan.Umumnya produsen telah melakukan penelitian saat membuat dot dengan memperhatikan aspek anatomi rahang, ukuran mulut, kemampuan isap dan sebagainya.
? Sesuaikan dengan daya isap bayi
Saat ini dua bahan dot yang banyak dijual dipasaran, yaitu silikon dan lateks (karet). Silikon umumnya berwarna putih sementara lateks kuning. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dot karet lebih lentur dan lembut tapi umumnya mudah rusak. Dot karet juga mudah berjamur dan menimbulkan bau. Sebaliknya, silikon kurang lembek tapi awet dan tahan lama.Untuk memilih dot dari bahan yang mana, kenali dulu refleks isap si kecil.
? Desainya menyerupai bentuk rahang bayi
Namanya, Dot Orthodontic, yang artinya meratakan gigi. Dot ini membantu perkembangan rahang dan gigi lebih rapih, meski belum ada penelitian pasti.
? Dot khusus untuk bayi dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut.
Ukurannya lebih panjang dari ukuran normal, sehingga air susu yang diidap lenagung tertelan ke tenggorokan. Sayangnya dot inisulit dijumpai dipasaran dan hanya ada di klinik/rumah sakit tertentu.
? Memiliki ring penagatur derasnya keluar air susu
Ada tiga pengaturan yang baku, yaitu lambat, sedang dan cepat. Jadi bisa distel sesuai kebutuhan. Namun seberapa pentingnya kebutuhan kelengkapan ini tergantung keondisi bayi.
? Don bersendok sebagai alternatif
Dot ini biasanya dijadikan alternatif oleh ibu bekerja untuk menghindari kebingungan bayi dalam memilih dot dengan menyusu langsung pada puting ibu.
? Saat tepat ganti dot.
Tentu jika secara fungsi sudah tidak meaksimal. Antara lain bentuknya tidak fleksibel lagi, dotnya tidak bisa mengembang ngempis lagi sehingga bayi tidak bisa menghisap dengan baik. Juga terdapat kerusakan yang menyebabkan volume air susu yang keluar tidak dapat dikontrol, atau bayi sudah lebih besar sehingga membutuhkan dot dan botol yang lebih besar.

TIP MEMILIH BOTOL SUSU
? Sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan bayi
? Terbuat dari bahan tahan panas, tak mudah pecah dan tak beracun. Sehingga proses sterilisasi bisa dilakukan dengan aman dan mudah. Botol yang trbuat dari bahan gelas lebih awet, tahan lama dan proses sterilisasinya mudah. Hanya saja, botol ini cukup berat hingga kurang nyaman digunakan, disamping mudah pecah. Berbeda dengan botol plastik yang lebih tahan lama. Bayi pun aman memegang botolnya sendiri.
? Hindari memilih botol dengan banyak gambar.Sebab gambar-gambar itu beresiko terkelupas saat disterilisasi dalam air mendidih. Sedangkan botol dengan aksesori, seperti kepala boneka atau mainan boleh saja dijadikan pilihan, selama tak menyulitkan proses sterilisasi atau pemberian susu kepada bayi.
? Memiliki perlengkapan regulator antisedak untuk bayi 0-3 tahun
? Botol susu dengan pegangan untuk bayi 6 bulan ke atas. Beri kesempatan pada si kecil untuk memegang botolnya sendiri. Dengan begitu, selain menikmati susu, kemampuan motoriknya juga akan terlatih.

PEMAKAIAN DAN STERILISASI
? Susui si kecil dengan cara yang benar
Posisi kepala bayi berada lebih tinggi dibanding perut. Selain itu, posisi botol harus tepat, sehingga air susu mengalir penuh ke lubang dot. Pastikan tak ada ruang untuk udara di dalam botol. Jika kesulitan, Anda bisa memilih botol bengkok yang menghindari udara berada dalam botol saat diisap.
? Perhatikan sterilisasi botol dan dot
Cuci bersih botol dan dot berikut peralatan pelengkapnya. Perhatikan petunjuk sterilisasi produk. Ada beberapa produk dot atau botol yang tak boleh direbus atau terkena air mendidih. Proses sterilisasi pun hanya boleh dilakukan dengan cairan atau tablet khusus. Cairan sterilisasi itu aman digunakan selama 24 jam.