Pada suatu hari, seorang gadis kecil sedang membawa seember susu dari rumahnya ke pasar. Ia hendak menjual susu tersebut dan dalam perjalanan panjang ke pasar, ia mulai berkhayal.
Ia memandangi ember susunya dan berpikir apa yang bisa ia lakukan dengan uang yang ia akan dapatkan dari penjualan susu tersebut. Ia berkata pada dirinya sendiri,
?Oh aku tahu apa yang aku bisa lakukan. Aku akan membeli seekor sapi lagi. Dengan begitu, aku bisa menghasilkan lebih banyak lagi.?
Ia terus berjalan dan berkhayal. Ia mulai merencanakan apa yang akan ia gunakan dengan penghasilan yang lebih banyak lagi.
?Aku akan beli seekor sapi lagi. Dengan begitu, sapiku makin banyak dan aku bisa menjual lebih banyak susu. Aku akan terus membeli sapi sampai aku bisa memproduksi susu yang sangat banyak, dan akupun menjadi kaya,? Katanya dalam hati.
Ia pun membayangkan apa yang akan ia lakukan setelah ia menjadi kaya. ?Aku akan membeli baju-baju yang bagus, dan aku akan sering mengadakan pesta. Aku juga akan membantu orang-orang miskin, memperkerjakan mereka untuk mengurus sapi-sapiku yang banyak. Aku akan dikenal banyak orang dan banyak yang akan mengagumiku,? Pikirnya.
Ia terus berjalan dan mengkhayal pada saat yang bersamaan, semakin lama khayalannya semakin menjadi-jadi. Ia membayangkan pesta-pesta yang akan ia adakan nanti, pada saat ia menjadi kaya, dan secara tidak sadar ia mulai berdansa sendiri, ia membayangkan gaunnya yang indah berputar saat ia berdansa bersama seorang Pangeran yang tampan, yang tentunya akan datang ke pestanya.
Karena terlalu asyik berdansa sendiri, si Gadis tidak melihat ranting kecil yang tersembunyi di balik rerumputan. Ia pun tersandung dan jatuh, seluruh susu di dalam embernya tumpah berantakan. Si Gadis terhenyak bangun dari khayalannya dan dengan sedih memandangi embernya yang kini kosong dan susu yang sudah membasahi rerumputan dan tidak bisa dijual lagi. Air matanya pun mulai mengalir saat menyadari semua yang ia rencanakan hanya bisa jadi mimpi.
Kita semua punya bakat, dan potensi di tangan kita seperti si Gadis memiliki seember susu di tangannya. Jangan cuma bermimpi seperti Si Gadis, kita harus menggunakan bakat dan potensi kita sebaik-baiknya, sebelum kita kehilangan semuanya.
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply