Soal nonton film atau musik…whuahh…Digi sih ga ada hari tanpa nonton CD-CD tersebut. Meskipun dibelikan bermacam CD anak-anak seperti Baba (CD dari susu Bendera 1,2,3), Pablo (The Backyardigan), Dora, Thomas atau film-film seperti Happy Feet, The Cars, dan Finding Nemo namun, Barney-lah favorit Digi apalagi Barney series Beach Party…bisa-bisa seharian diulang-ulang sambil diperagakan setiap gerakan dalam CD tersebut. Kita sebagai orang tua sebenarnya sudah merasa jenuh apalagi pengasuh Digi yang seharian bersamanya, tentunya pasti sudah bosan.
Ternyata, hal ini tidak hanya dialami Digi, banyak juga anak-anak lain berperilaku sama. Hal ini pernah juga diulas oleh majalah Nakita.
Melihat perilaku Digi yang enjoy dengan CD kesukaannya membuat saya terheran-heran dan ternyata bagi Batita memutar kaset lagu favoritnya berulang-ulang merupakan momen paling menyenangkan buat mereka. Menurut pendapat ahli , kemampuan memahami dan menangkap bahasa pada batita masih terbatas. Saat cerita dibacakan, dia membutuhkan konsentrasi penuh untuk memahami setiap kata yang diucapkan. Apalagi untuk memahami jalan cerita, karakter cerita yang ada dan lain-lain. Karena itu pengulangan diperlukan untuk lebih memahami cerita. Semakin sering cerita dibaca, semakin mengertilah dia. Saat kita jenuh, anak justru bangga karena sudah bisa menghafal jalan cerita. Bila diibaratkan adakah orang yang langsung memahami rumus matematika? Tentu tidak! Seseorang kadang harus mendapat pengulangan berkali-kali lewat teori dan latihan untuk memahaminya. Apalagi, memori anak belum berkembang dengan baik. Kita mungkin saja mengatakan, film ini sudah ditonton berkali-kali, tapi anak tidak demikian. Kemampuan memori jangka pendek dan panjang anak belum optimal. Tak heran, anak kadang lupa yang telah dikerjakannya kemarin. Sehingga, hal yang diulang-ulang seperti hal yang baru lagi baginya.
Selain itu, batita juga umumnya menolak perubahan. Segala hal yang baru kadang membuatnya rewel. Dia lebih menikmati sesuatu yang sudah diketahuinya. Sebab lain, penguasaan batita terhadap jalan cerita atau film, membuatnya bisa lebih aktif dan responsif. Anak bisa menebak apa yang akan terjadi atau lebih merespon setiap kejadian.
LEBIH BERPARTISIPASI
Jadi, pengulangan adalah proses belajar anak. Kita harus bisa menikmati pengulangan itu demi anak. Agar tak membosankan, sebaiknya kita lebih aktif. Misal, saat membacakan cerita, cobalah gaya yang baru. Dengan demikian anak belajar hal baru dari cerita yang sama.
Selain itu, minta anak untuk lebih berpartisipasi dalam segala aktivitas. Saat menonton film yang sama, cobalah tanyakan kejadian yang sedang atau yang akan terjadai. Misal, papa nemonya kemana Digi? Atau, ajak menirukan bagaimana tokoh dalam film itu marah, sedih, dan lain-lain. Atau, tunjukkan hal-hal lain yang belum dilihat atau didengar anak. Semua itu akan membuatnya senang. Apalagi kalau dia bisa menjawab atau mengikuti arahan kita. Kebanggaan tersendiri jika ia mampu menunjukkan kemampuannya. Itu juga akan membuat kecerdasan lainnya berkembang, seperti kecerdasan gerak, imajinasi, dan lain-lain.
Kelak perilaku anak yang gemar mengulang-ulang sesuatu itu, lambat-laun akan menghilang. Kapan tepatnya? Anak sendirilah yang tahu, kapan cerita yang diulang-ulang itu mesti dihentikan. Bukan tak mungkin anak akan beralih ke lagu, dongeng, atau film lain yang berbeda. Bahkan, dia akan menolak mentah-mentah jika lagu yang sama diputar kembali, cerita yang sama dibacakan lagi.
KENALKAN BERTAHAP
Ketika anak menyukai film atau cerita yang sama, coba untuk mengenalkan hal baru kepadanya secara perlahan dan menghindari pemaksaan dengan maksud agar anak lebih bisa menerima. Perubahan yang tidak terlalu drastis membuat anak lebih mudah beradaptasi.
Demikian juga bila anak sudah gandrung dengan lagu tertentu, kita jangan menyerah atau justru senang karena tak perlu membelikan kaset baru. Cobalah beli CD atau kaset baru dengan lirik dan melodi menarik. Usahakan juga dalam kaset itu masih ada lagu-lagu favorit yang disukainya. Tak perlu berharap anak langsung menyukai CD baru itu. Saat anak meminta diputarkan lagu favoritnya turuti saja. Seiring dengan waktu, ia akan mengenal dan menyukai lagu barunya. Dendangkan bersama-sama lagu yang berkumandang agar anak lebih mudah mengenali liriknya.
Ajak anak kelingkungan yang terdapat musik, film atau dongeng baru, seperti toko kaset, toko buku, atau perpustakaan. Di tempat itu, minta anak untuk memilih kaset/film/ lagu baru. Demikian juga saat kita hendak memberikan hadiah buat anak, bisa berupa buku cerita atau film baru.
Menurut pendapat ahli, di usia ini otak anak berkembang dengan pesat. Masa ini adalah masa tepat memperkenalkan hal-hal baru kepada anak. Itu bisa dilakukan lewat film, musik, dongeng, mainan, dan sebagainya. Jadi banyak-banyaklah memperkenalkan si batita kepada hal-hal baru secara bertahap tanpa memaksanya meninggalkan kebiasaan mengulang-ulang sesuatu.
Dengan begitu, tidak perlu merasa aneh dan bosan kan melihat si batita nonton filmnya yang itu-itu saja…?
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply