Kondom wanita sudah banyak beredar, lho. Kondom wanita ini katanya lebih ‘terasa’ dibanding kondom pria.

Kondom khusus wanita pertama kali dikenal di Amerika dan Eropa, sekitar 15 tahun lalu. Peningkatan jumlah penderita penyakit HIV-AIDS menjadi pencetus produksi kondom ini pada awalnya. Seks bebas yang banyak dilakukan masyarakat di AS dan Eropa menjadi ancaman nyata meledaknya kasus penyakit menular seksual dan HIV-AIDS. Di Indonesia, kondom wanita telah di pakai di Indonesia 4-5 tahun lalu.

Kondom pria yang selama ini dipakai untuk menghindari penularan penyakit HIV-AIDS masih kurang efektif karena berbagai kendala dan alasan. Ketidakpraktisan serta ketidaknikmatan menjadi alasan utama penolakan kaum Adam mengenakan kondom saat bercinta. Kaum pria biasanya beranggapan, dengan memakai kondom, tidak ada gesekan langsung dengan vagina sehingga kurang terasa.

LENTUR DAN FLEKSIBEL
Kondom wanita, terbuat dari lateks, atau ada pula yang dari polyurthtane. Mempunyai panjang 17 cm, lebar 6-7 cm, dan mempunyai beberapa aroma tertentu untuk menghilangkan bau karet. Warnanya biasanya cerah seperti merah jambu atau bening. Ada beberapa jenis kondom wanita yang mengandung spermatisida, yaitu zat yang bisa membunuh sperma.

Kondom khusus wanita ini cukup elastis dan fleksibel, sehingga mudah mengikuti kontur vagina. Bentuknya silinder, dengan ujung terbukanya berbentuk cincin, dan ujung lainnya tertutup dan diberi spons untuk menyerap sperma. Memasang kondom ini tidaklah sulit, apalagi setiap kemasan kondom yang dijual disertai cara memaikainya. Kondom itu akan menutupi dinding vagina dan mulut rahim, sehingga sperma atau penyakit dari pasangan tidak bisa tembus. Kondom ini hanya sekali pakai, dan tidak bisa dipakai berkali-kali.

Dibanding kondom untuk pria, kondom yang dipakai wanita ini ternyata banyak kelebihannya. Yang utama, dengan kondom ini, pihak wanita memegang kendali penuh atas keputusannya memakai alat kontrasepsi, dan merasa aman karena tidak tergantung pada pria pasangannya. Dulu posisi wanita lemah. Kalau pasangannya tidak mau memakai kondom, si wanita tidak bisa memaksanya. Dengan kondom wanita ini, si wanita bisa melindungi dirinya sendiri dari penyakit menular seksual atau dari risiko kehamilan.

Keuntungan lain, hubungan intim lebih nikmat dibandingkan bila menggunakan kondom pria. Pendapat ini terlihat dari beberapa komentar pria yang pasangannya menggunakan kondom wanita. Rata-rata mereka merasa jadi lebih bisa menikmati aktivitas seksnya. Katanya, hampir tidak terasa kalau memakai kondom. Selain itu, bahan yang dipakai untuk kondom ini lebih tahan robek dibandingkan dengan kondom pria. Bahkan, ada produsen yang menjamin produknya 100% anti-robek.