Sepertinya boleh jadi hampir tidak ada anak balita yang tidak suka es krim.
Begitu juga dengan Digi, makanan favoritnya yaitu es krim. Hampir setiap hari maunya makan es krim. Dan hampir setiap hari inginnya beli es krim di salah satu tempat favoritnya yang menyediakan es krim beserta menu makanan lainnya. Dengan memakan es krim seringkali membuat nafsu makannya meningkat dan tak jarang setelah makan siang dia lanjutkan makan es krim. Pernah ketika Digi sakit dan tidak mau makan sama sekali, ditawari es krim dan akhirnya mau makan kentang campur es krim. Senang rasanya melihat Digi makan dengan lahap.

Bergizi Tinggi
Es krim, hidangan beku dengan aneka tampilan ini, selain memiliki rasa yang lezat, ternyata juga mengandung unsur gizi yang cukup lumayan tinggi. Sumbangan nilai gizi terbesar pada es krim berasal dari bahan baku dasarnya yaitu susu, sehingga es krim memiliki nilai gizi tinggi dibandingkan dengan jenis minuman lainnya. Dalam es krim terkandung 60-65% air, 12-16% sukrosa, 8-13% susu skim, 2-6% sirup glukosa, 8-13% lemak nabati, dan 0,1-0,2% hidrat arang. Perlu diketahui pula, zat gizi yang terkandung dalam satu porsi es krim berukuran sedang sama dengan 2/3 gelas susu. Jadi sepertinya jika si balita tidak suka susu, bisa saja ditawari es krim yang tentunya es krim pilihan berkualitas baik dengan menyeleksi kandungan pemanis, aroma dan rasa, serta pewarna yang aman.

Antitumor
Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfalaktalbumin, betaktoglobulin, imunoglobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida. Alfalaktalbumin berperan serta dalam metabolisme karbohidrat. Enzim ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan enzim galaktotransferase. Fungsi enzim tersebut mentransportasikan galaktosa ke pool glukosa. Beberapa penelitian membuktikan alfalaktalbumin sebagai zat antitumor.

Tidak membuat gemuk
Komposisi es krim bermutu tinggi sarat dengan energi, protein, dan lemak terutama lemak jenuh. Jadi, tak heran jika selama ini es krim kerap dituding sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas. Padahal kontribusi energi es krim per takaran saji (satu cangkir) hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak perhari. Jumlah tersebut termasuk kecil sehingga kurang pas jika es krim dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.
Pada anak-anak yang kelebihan gizi, konsumsi es krim cukup satu porsi seminggu. Sedangkan untuk anak-anak normal, konsumsi lemak dari es krim sebesar 20-30 gram per hari tidak berlebihan. Hal ini karena tubuh anak rata-rata membutuhkan lemak sekitar 30-35% dari total energi, termasuk 10% diantaranya berupa asam lemak esensial.

Bukan Penyebab Batuk Pilek
Es krim bukan penyebab batuk pilek, dengan catatan ketika memakannya dalam keadaan sehat dan jumlahnya wajar. Ketika masuk ke mulut, es krim dengan segera akan meleleh. Pelelehan es krim dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat es krim masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es. Berdasarkan literatur dari riset G.J. Connett dan B. W. Lee yang dilaporkan British Medical Journal 1994, menyebutkan, pengaruh makanan dingin baru akan mulai terjadi beberapa jam setelahnya. Hal ini berkaitan dengan udara dingin yang mengalir ke dalam saluran pernapasan. Bila ini terjadi berkali-kali dan dalam jangka waktu yang lama, daya tahan saluran napas akan menurun sehingga terjadi radang pada saluran pernapasan atas. Tapi sesungguhnya, rasa dingin dari es krim tidak menimbulkan efek beku pada saluran pernafasan. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa jika kita memakan es krim dengan cepat akan lebih sering mengalami sakit kepala dibandingkan mereka yang memakannya secara perlahan-lahan. Jadi makanlah es krim dengan menggunakan bagian depan mulut saja, tidak dengan seluruh bagian mulut sehingga “aman” ketika makan es krim.

Anggapan Anak Tidak Boleh Makan Es Krim Ketika Sakit
Anggapan ini bisa jadi salah karena ketika si kecil sakit, kadangkala tubuhnya membutuhkan banyak cairan tubuh. Apalagi rasa dan teksturnya yang lezat pasti sangat disukai anak-anak, sehingga mengkonsumsinya akan sangat membantu penyembuhan sakit si kecil. Meskipun demikian, es krim sebaiknya dihindari oleh penderita radang tenggorokan, amandel, atau asma. Sebab, ketiga penyakit ini dapat kambuh apabila terkena oleh suhu dingin.

Anggapan Penyebab Gigi Berlubang
Anggapan ini bisa jadi salah karena penyebab utama terjadinya gigi berlubang adalah difermentasikan sisa-sisa karbohidrat, terutama gula sederhana, yang tertinggal dan menempel pada gigi. Fermentasi yang dilakukan oleh bakteri-bakteri dalam mulut adalah mengubah gula menjadi asam-asam organik yang dapat melubangi gigi dalam jangka waktu yang lama. Jadi, jika memang khawatir gigi berlubang karena makan es krim, lebih baik berkumur dengan air putih dan tentunya menggosok gigi yang merupakan kegiatan wajib setelah makan dan sebelum tidur bukan?

Dengan demikian, tidak ada salahnya bukan jika si balita kita bolehkan menikmati sensasi nikmatnya makan es krim?umhmm…yummy..

Recommended Reading : Mesothelioma