Bermacam tekanan tentu saja menyebabkan stres pada Ibu. Sebagai seorang ibu yang harus mengurusi anak dan rumah tangga, tentunya banyak sekali hal yang wajib diselesaikan dalam kehidupan sehari-hari. Belum lagi jika kita juga bekerja di kantor, tentu waktu yang dimiliki sering terasa tak berimbang dengan jumlah pekerjaan.
Stres merupakan hasil dari naluri tubuh untuk membela diri. Naluri ini berguna saat kita mengalami keadaan darurat, misalnya saat kita harus menghindari kendaraan yang uga-ugalan di jalan. Namun stres juga dapat menimbulkan gejala fisik jika terlalu lama dipendam dan jika dialami terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari atau saat mengalami perubahan besar dalam hidup.
Jika ini terjadi, tubuh kita akan bekerja lebih dari seharusnya tanpa punya waktu untuk menggantikan energi yang terpakai. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kita merasa cemas, takut, khawatir, dan tegang.
Semua perubahan dapat membuat kita merasa stres, bahkan perubahan positif sekalipun. Yang jadi penyebab bukanlah perubahan yang dialami saja, reaksi kita dalam menghadapinya juga bisa jadi salah satu faktor pemicu stres. Namun perlu diingat penyebab stres pada tiap orang berbeda.
Hal-hal lain yang kerap menyebabkan stres adalah dipecat dari pekerjaan, anak kita keluar rumah untuk kuliah di kota lain, pasangan meninggal dunia, perceraian atau pernikahan, sakit yang berkepanjangan, kecelakaan, naik jabatan, masalah finansial, pindah rumah, atau punya bayi.
Beberapa Gejala Stres
???? Cemas
???? Nyeri punggung
???? Buang-buang air atau diare
???? Depresi
???? Letih yang luar biasa
???? Sakit kepala
???? Tekanan darah tinggi
???? Insomnia
???? Napas yang terengah-engah
???? Leher yang kaku
???? Sakit perut
???? Berat badan naik atau turun
Sebagai langkah awal mengatasi stres, kenalilah gejala saat kita mengalami stres, misalnya rasa nyeri pada bahu dan leher. Selanjutnya pilihlah cara untuk mengatasi stres. Salah satu jalan adalah menghindari hal yang membuat kita stres. Namun seringkali hal tersebut tidak mungkin, oleh sebab itu cara yang lebih tepat adalah mengatur reaksi kita saat mengalami stres.
Selain dua hal di atas, kita juga dapat mulai melepaskan kekhawatiran pada hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, seperti perubahan cuaca. Kemudian siapkan diri kita saat menghadapi hal-hal yang kemungkinan besar akan membuat diri kita stres, lalu biasakan melihat perubahan sebagai tantangan positif, bukan ancaman. Kemudian selalu usahakan untuk menyelesaikan masalah dengan orang lain, buatlah tujuan-tujuan yang realistis dalam pekerjaan di kantor maupun di rumah. Yang tak kalah penting adalah berolahraga teratur, lalu makan makanan yang bergizi seimbang dan tidurlah yang cukup. Meditasi juga dapat membantu agar kita tak mudah stres.
One Response
noki
January 23rd, 2008 at 11:34 am
1klau meditasi atau olahraga pernapasan itu bisa dikategorikan penghilang stres tidak
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply