Before we get all excited over the recent news about coffee being our new antioxidant, we need to take a look at the entire picture. Is there truly a coffee antioxidant? If there is, how exactly is coffee an antioxidant? Does it become the antioxidant when it’s heated? Does the coffee antioxidant benefit everyone? Are there still dangers to drinking coffee? How much coffee is good for us and when does it become bad for us?
Pada usia 2 tahun, anak memang suka berimajinasi, baik itu berkhayal ataupun berimajinasi dengan barang-barang yang ada disekitarnya.
Begitu juga dengan Digi. Saat ini Digi baru berumur 2 tahun 7 bulan dan memang sedang senang-senangnya bermain rumah-rumahan, bermain peran menjadi Ibu, menjadi kakak, menjadi adik, menjadi teman, dll. Digi juga senang sekali mengacak-acak kotak kecantikan, memakai perhiasan dan terkadang memakai baju saya. Terkadang saya suka kesal karena sehabis dipakai pasti saja rusak, namun saya sadar memang begitulah anak kecil.
Ternyata berimajinasi itu bukan saja dilakukan anak perempuan namun anak lelaki juga menyukai hal yang sama.
Memang, anak usia 2 tahun gemar meniru orang lain dan apa saja yang dilihatnya. Ia senang menirukan bagaimana binatang bersuara, dll. Maka, jangan heran kalau permainan imajinasi sangat diminatinya.
Tak hanya soal imajinasi, permainan peran juga penting untuk melatih konsentrasi. Sebuah sekolah swasta di M?nchen memasukkan permainan peran dalam kegiatannya. Menurut guru di sekolah tersebut, kegiatan eksplorasi imajinasi ini dapat mengajarkan anak perlunya tahu ada aturan dalam keseharian.
Permainan peran adalah dasar perilaku antarteman. Anak punya kesempatan mencoba berbagai peran berbeda dan mengetahui bagaimana reaksi orang lain terhadap dirinya. Misalnya, apa reaksi orang jika anak marah? Jika anak berani? Jika anak takut?
Bermain peran dapat mendorong kreativitas dan rasa percaya diri, karena dalam percakapan anak berlatih bagaimana bernegosiasi dengan orang lain.
Meski hanya main-main, terlihat anak melakukan dengan sungguh-sungguh seolah terjadi dalam kehidupan nyata. Jangan heran, kalau anak lebih percaya diri saat bertemu orang lain, meski ia belum kita kenalkan kepadanya. Kita pasti bangga punya anak yang PD!