Pada usia 2 tahun, anak memang suka berimajinasi, baik itu berkhayal ataupun berimajinasi dengan barang-barang yang ada disekitarnya.
Begitu juga dengan Digi. Saat ini Digi baru berumur 2 tahun 7 bulan dan memang sedang senang-senangnya bermain rumah-rumahan, bermain peran menjadi Ibu, menjadi kakak, menjadi adik, menjadi teman, dll. Digi juga senang sekali mengacak-acak kotak kecantikan, memakai perhiasan dan terkadang memakai baju saya. Terkadang saya suka kesal karena sehabis dipakai pasti saja rusak, namun saya sadar memang begitulah anak kecil.
Ternyata berimajinasi itu bukan saja dilakukan anak perempuan namun anak lelaki juga menyukai hal yang sama.
Memang, anak usia 2 tahun gemar meniru orang lain dan apa saja yang dilihatnya. Ia senang menirukan bagaimana binatang bersuara, dll. Maka, jangan heran kalau permainan imajinasi sangat diminatinya.
Tak hanya soal imajinasi, permainan peran juga penting untuk melatih konsentrasi. Sebuah sekolah swasta di M?nchen memasukkan permainan peran dalam kegiatannya. Menurut guru di sekolah tersebut, kegiatan eksplorasi imajinasi ini dapat mengajarkan anak perlunya tahu ada aturan dalam keseharian.
Permainan peran adalah dasar perilaku antarteman. Anak punya kesempatan mencoba berbagai peran berbeda dan mengetahui bagaimana reaksi orang lain terhadap dirinya. Misalnya, apa reaksi orang jika anak marah? Jika anak berani? Jika anak takut?
Bermain peran dapat mendorong kreativitas dan rasa percaya diri, karena dalam percakapan anak berlatih bagaimana bernegosiasi dengan orang lain.
Meski hanya main-main, terlihat anak melakukan dengan sungguh-sungguh seolah terjadi dalam kehidupan nyata. Jangan heran, kalau anak lebih percaya diri saat bertemu orang lain, meski ia belum kita kenalkan kepadanya. Kita pasti bangga punya anak yang PD!
2 Responses
noki
January 23rd, 2008 at 11:39 am
1klau udah dewasa kebayakan khayal bagus gak ya???
noki sering berkhayal kapan bisa ngumpul dengan keluarga
mamadigi
January 31st, 2008 at 6:41 am
2@ noki
wah..berkhayal tidak dilarang tp yang dilarang “kebanyakan”nya itu.
Bukannya sesuatu yg berlebihan biasanya menjadi tidak baik…?
berkhayal buat orang dewasa sah-sah aja..toh ga jarang sy juga suka berkhayal dan biasanya dari khayalan itu jadi kesampaian.
Berkhayal bisa jadi smangan tjuga lho…
btw, emang ada apa dengan noki??? kok bisa sampe berkhayal gitu hanya untuk bisa berkumpul dengan keluarga..???
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Categories
Related Links
Archives
Partners
Calendar
Blogroll
Visitor
Recent Comments
Most Commented
Digithalia.com - Digital World is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease