Digithalia.com - Digital World

Daily Electronic, Computer, Technology, Software, Internet News

Cara Cerdas Untuk Sukses Di Masa Depan

kegiatan yang terarah, terfokus dan terukur, menjadi satu modal kuat untuk mencapai kesuksesan. Keberhasilan usahawan mencapai puncak-puncak prestasi sehingga menjadi penggerak-penggerak utama perekonomian pasti melalui tahap yang begitu. Tidak dalam sehari usahawan berhasil membangun bangunan usaha yang dapat disimbolkan dengan menjulang tinggi mencakar langitnya gedung yang banyak menjadi lambang dan citra kesuksesan serta gengsi. Usaha keras, pikiran cerdas, disiplin ketat laksana peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, adalah cermin kuat perlunya komitmen dan konsistensi dalam melangkah.


Inspirasi Berbisnis Sendiri!

Dulu, menjadi pengusaha rasanya seperti impian di awang-awang. Tapi, kini orang berlomba-lomba menjadi pengusaha.
Menurut Rhenaldi Kasali, banyak alasan orang kini berminat membuka usaha sendiri. Yakni, ingin menjadi bos bagi diri sendiri. Melihat peluang usaha, diajak teman atau bahkan karena daripada repot melamar ke sana kemari.

Di satu sisi menurut Rhenaldi, memiliki usaha sendiri memang menyenangkan. Misalnya, Anda memiliki jam kerja fleksibel, bebas melakukan hal yang disukai dengan penuh kemerdekaan, menjadi bos bagi diri sendiri, atau tidak perlu menemui intrik dan politik antarkaryawan.
Tapi, ini bukan berarti tak ada sisi tak asyiknya. Dengan berbisnis sendiri, Anda harus bertanggung jawab kepada nasib orang lain, bekerja 24 jam sehari atau 7 hari seminggu karena jika Anda tidak bekerja keras, Anda tidak akan mendapat gaji, dan rumah Anda pun tak bisa menjadi tempat untuk bercengkerama karena menjadi kantor juga.

Nah, bagaimana supaya sisi negatif ini tak dirasakan? Menurut Rhenaldi, kuncinya adalah passion. ?Terjunlah ke dalam bidang yang Anda cintai. Apapun itu, dan letakkan hati Anda di sana. Sebab, kecintaan ini membawa Anda untuk menambah pengetahuan mengenai bisnis itu, sehingga bisnis Anda makin tajam, beragam, dan Anda memiliki cita rasa untuk menjadikannya produk manis. Kecintaan juga membuat Anda tidak akan pernah merasa bosan,? saran Ketua Program Pasca Sarjana UI ini.

Setelah rasa cinta tumbuh, barulah wujudkan bisnis itu dengan kemauan kuat. Rhenaldi menilai, setiap orang pada dasarnya bisa melakukan bisnis, tapi hanya orang memiliki kemauan kuat yang mampu memulai usaha. ?Tak perlu rebut soal modal kecil, pegawai hanya satu, atau tempat usaha belum memadai. Buktinya, Femina yang bisa berjaya hingga lebih 30 tahun dimulai dari sebuah garasi,? ujar Rhenaldi.

Dalam mempertahankan bisnis, Rhenaldi menyarankan agar panjang akal. Sebagai pengusaha, Anda harus memikirkan bisnis supaya bisa balik modal, meraih keuntungan, dan juga memuaskan pelanggan. Harus disadari, bisnis tak selamanya untung, bersiaplah menghadapi kegagalan. Bahkan, Rhenaldi melihat, di tahun-tahun pertama membuka bisnis, tingkat kegagalan bisa mencapai 99%. Meski begitu, dia menyarankan untuk tidak lantas mundur. ?Cobalah berpikir seperti kata penyair Ralph Wado Emerson, yang mengatakan, ?Every wall is a door?. Setiap dinding adalah pintu, bukan sebaliknya,? tutur Rhenaldi.

Andapun tak perlu takut dengan persaingan. Karena bisnis tak mungkin melenggang tanpa kompetisi apapun. Yang penting, Rhenaldi menekankan, Anda selalu membuat diferensiasi, supaya bisa membedakan produk yang Anda jual atau produksi dengan pesaing-pesaing Anda.?

Pentingnya Perencanaan Bisnis

Berwirausaha bukan sekedar mewujudkan ide, namun juga membutuhkan business plan atau semacam perencanaan bisnis. Memulai usaha tanpa business plan, bagaikan membangun rumah tanpa gambar sehingga bentuk, besar dan kekokohannya tidak dapat terprediksi.

Sebuah business plan, menurut Rhenaldi, adalah a detail explanation. Jadi, dia memuat segala hal yang Anda impikan. Mulai dari rincian produk yang akan ditawarkan dan kelebihannya dibanding produk sejenis, pemilihan pasar, persaingan, pemilihan lokasi usaha, penggunaan SDM, pembiayaan, risiko, hingga strategi pemasarannya.

Perincian seperti itu penting, jika Anda ingin usaha Anda akan menjadi besar. Apa rambu-rambunya?
Pertama,
rencana yang ingin dilakukan. Tulislah apa yang Anda pikirkan atau impikan, lakukan perubahan, biasanya mukzizat akan datang dengan sendirinya.
Kedua, analisis pasar dan persaingan. Bukalah akses seluas-luasnya untuk mendapatkan pelanggan. Selain itu, buatlah agar pelanggan Anda loyal pada produk Anda.
Ketiga, mengenai SDM, carilah orang yang mempunyai tekad, passion, fokus, dan komitmen tinggi. Jangan cuma melihat nilai akademisnya, tapi pertimbangkan pula kecerdasan, emosionalnya.
Keempat, menentukan harga kompetitif sesuai kualitas. Kuncinya efisiensi, supaya Anda bisa menekan biaya produksi.
Kelima, jeli mencari lokasi dan supplier, serta membangun brand yang baik.


Web Dan Blog Templates Gratis

Inilah Sebagian Daftar Website dan blog yang menyediakan Templates atau Themes Gratis untuk anda para web designer pemula dan tentunya para Blogger mania.

Ini hanya sebagian saja untuk awal, jika saya ada informasi lanjutan akan saya update alamat-alamat yang baru, yang mungkin berguna buat anda sekalian, selamat mencoba , salam sukses

Alamat Websitenya :

Free Blog Templates

www.osskins.com
www.isnaini.com
www.templatepanic.com
blogger-templates.blogspot.com
http://www.template-gratis.it/
http://freetemplates.blogspot.com/

Free Web Templates

www.oswd.org
andreasviklund.com
www.hooverwebdesign.com
http://www.templatesbox.com
http://www.opensourcetemplates.org

Free Content Management System(CMS) Templates

www.osskins.com
www.joomlashack.com
www.ty2u.com


Saya baru saja membaca salah satu bab di buku “Financial Revolution” karya Tung Desem Waringin. Sosok yang disebut-sebut majalah SWA sebagai salah satu tokoh Motivator Indonesia paling berpengaruh tahun ini.

Dan, ssst? saya sebenarnya malu…
karena saya termasuk orang-orang yang ‘telat” membaca buku ini lho!
Telat, karena saya.. hiks.. baru baca buku itu sekarang ? The “National Best Seller book”..

Apalagi ketika mengingat bahwa saya sudah sempat pegang versi cetak perdana-nya
menjelang launch enam bulan yang lalu. Ketika itu buku ini bahkan ditawarkan dalam satu paket dengan Bonus- Audio CD inspirasional… dengan harga lebih murah..

Hiks.. rada nyesel juga kok baru beli sekarang..He he, tapi no more mourning,
saya patut bersyukur karena toh sekarang, akhirnya saya masih diberi kesempatan olehNya membaca banyak hal bermakna yang terdapat dalam buku ini.

Buku ini selain menyinggung banyak hal dasar mengenai manajemen keuangan dan strategi-strategi jadi orang Kaya dan Sukses, dalam beberapa segmennya juga memberi kiat sukses wirausaha.. Salah satunya yang ingin saya sajikan dan share dengan Anda
dalam tulisan saya kali ini, adalah yang disebut dengan ?faktor kali?.

Unsur paling berpengaruh dalam pengembangan bisnis.

Jadi, apa gerangan sih, ?faktor kali? itu? Dengan mengoptimalkan “faktor pengkali” dalam mengelola usaha, kita dapat berharap untuk meraup untung bisnis dalam waktu jauh lebih cepat..

Hah?.. yang bener neeh… (hi..hi.. penasaran kan?..).

Dengan “faktor kali” ini,
kita dapat menggandakan potensi bisnis dalam waktu singkat, dengan tidak membutuhkan terlalu banyak modal. Faktor kali atau “faktor pengkali”, bisa kita optimalkan ketika kita menerapkan strategi yang bisa melipatgandakan potensi jaringan bisnis,
produk, maupun jumlah pelanggan kita. Dan untuk itu, semuanya hanya terletak pada pendekatan kita dalam mengoperasikan usaha.

Mau bukti?
Contoh pertama. Banyak pengusaha bisa sukses, meraup banyak untung hanya karena mereka fokus memproduksi barang-barang yang merupakan komoditas massal yang dibutuhkan banyak orang.

Nilai atau harga per satu produk tidak mahal, tapi omset penjualan jadi besar karena jumlah produk terjual sangat banyak. Dalam contoh pertama ini, kita bisa sukses ketika kita jeli melihat peluang pasar. Memproduksi barang komoditas, dengan memberi sedikit nilai tambah atau keunikan kelebihan yang bakal membuat produk tersebut unik
dan merebut perhatian pelanggan.

Contoh kedua.
Pengusaha Grosir yang lebih mementingkan untung sedikit dari setiap satu produk yang ia jual kepada pengecer. Pengusaha ini bisa untung banyak dan usahanya sukses lebih lama dari banyaknya agen pengecer yang berdatangan karena cocok dengan harga murah dan bersaing yang ia tawarkan. Nah, di luar contoh-contoh tersebut, masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan potensi “faktor kali” dalam bisnis kita. Anda boleh ?pelototi? contoh-contoh berikut ini..

(he he karena begitu penasarannya Anda, maksud saya..) Mungkin sekilas tampak sepele, tapi bila Anda coba praktekkan dan konsisten, Anda bisa berharap pundi-pundi sukses lebih cepat menghampiri Anda:

1. Pemberian layanan pelanggan yang memuaskan
– dengan tujuan merangsang pelanggan untuk datang dan datang lagi, bahkan bila bisa, pelanggan lama Anda membawa teman atau saudara mereka sebagai pelanggan baru di tempat Anda.

2. Memotivasi pelanggan untuk datang lebih sering
– melalui peningkatan kualitas produk.
Mungkin pemberian ekstra sambal gurih dalam tiap penyajian menu andalan rumah makan Anda? Atau bisa jadi melalui pemberian voucher diskon belanja untuk pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak, atau pelanggan yang berbelanja di hari-hari sepi toko Anda?

3. Atau Anda bisa mencoba bentuk sistem kerjasama pemasaran atau distribusi yang kuat dan ‘menggurita’ dengan mitra pengusaha yang bidang bisnisnya saling melengkapi dengan bisnis Anda. Jadi Anda serasa memiliki banyak armada pemasaran pada saat yang sama.

Bila Anda pengusaha souvenir nikah, Anda bisa bekerjasama dengan banyak pengusaha katering pernikahan maupun dengan salon-salon rias pengantin, dengan memberi mereka komisi yang menarik. Atau Anda pengusaha salon Muslimah yang melayani women only?
Coba saja bersinergi dengan Ibu-ibu pengurus Kelompok-kelompok pengajian di kota Anda. Jadikan mereka mitra armada Sales Anda

4. Program ?member get member?, berupa pemberian bonus produk,
bila pelanggan Anda berhasil mengajak saudara/teman membeli produk Anda. Program poin untuk akumulasi pembelanjaan, dan sebagainya,

Sebenarnya masih banyak lho, yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan potensi ?faktor kali? usaha kita. Sejauh kreativitas Anda bisa berkembang
untuk mengoptimalkan potensi ?Faktor pengkali? bisnis Anda, semuanya tentu patut dicoba.

Selama sumber daya Anda masih ada dan Anda tidak memaksakan diri. Dari beberapa contoh yang sudah kita ulas bersama, Anda juga tidak perlu promosi gila-gilaan yang mahalnya bukan main.
Berani coba?

Oke, waktunya Anda buktikan sendiri ;-)


Orang sering mengaitkan kondisi sekarang dengan masa depan. Apa yang terjadi sekarang akan merajut masa depan. Tapi, mari simak dulu pengalaman Dave Pelzer, seorang penulis buku bestseller.

Dave Pelzer menuliskan kisah hidupnya dalam triloginya yang terkenal, A Child Called It, The Lost Boy, dan A Man Named Dave. Belum lama ini, Dave menulis rangkuman kisah hidupnya dalam buku Help Yourself. Biografi Dave Pelzer menjadi terkenal lantaran termasuk kategori kisah penganiayaan anak terberat di California.

Sepotong kisahnya seperti ini. Selama 12 tahun pertama, Dave mengalami penyiksaan fisik dan psikis dari ibunya yang pecandu alkohol.

Penderitaan Dave seolah tak berujung. Dave harus minum dari talang air berkarat yang bocor. Ia terpaksa puasa 10 hari karena tidak boleh makan. Ia juga sering dilarang bicara di rumah. Dave mengakui tidak pernah dibesarkan di rumah, tapi di garasi.

Nah, dengan latar belakang yang seperti itu, apa yang terpikir dalam benak Anda? Apa yang akan Anda katakan tentang masa depan Dave? Wajar jika disimpulkan bahwa orang yang masa kecilnya mengalami kekelaman akan membuat kehidupan di masa depannya tidak ideal.

Tapi, jangan kaget, justru Dave mengalami masa gemilang di masa depannya. Ia bergabung dengan kesatuan khusus angkatan udara Amerika. Di usia 32 tahun, Dave terpilih sebagai Ten Outstanding Young American. Salah satu penerimanya adalah John F Kennedy.

Dari pengalaman

Kita bisa banyak belajar dari pengalaman Dave. Inilah pelajaran bahwa masa lalu tidak identik dengan masa depan. Masa lalu yang kelam tidak berarti masa depan kita juga kelam. Dave hanyalah salah satu contoh. Ratu talkshow dunia, Oprah Winfrey, juga dibesarkan dalam keluarga yang broken home.

Baik Dave maupun Oprah adalah contoh orang-orang yang melepaskan diri dari masa lalunya. Mereka tidak terikat dengan mimpi buruk di masa lalu. Mereka menjadi orang yang bebas dan independen merajut masa depannya.

Nah, untuk mengatasi agar masa lalu tidak menjadi beban bagi kehidupan kita, Dave Plezer memberikan tiga catatan penting. Pertama, lepaskan ransel emosi masa lalu yang memberatkan langkah maju kita.

Kedua, pahamilah apa yang menjadi dambaan dan mimpi dalam kehidupan kita. Kita perlu merumuskan tujuan dan harapan hidup kita masing-masing. Dengan ini, kehidupan kita menjadi begitu berharga untuk dijalani.

Ketiga, rayakan siapa dan apa adanya diri kita sekarang. Hidup dengan segala realitasnya ini harus berani diamini dan dirayakan. Carl Rogers mengatakan manusia yang dewasa mampu hidup sekarang dan di sini (hic et nunc). Ia mampu mengapresiasikan masa kini. Sementara, banyak orang membenci kenyataan dirinya.Tapi, yang dewasa akan belajar berdamai dan menerima apa pun yang terjadi.


Percaya diri adalah bagian dari alam bawah sadar dan tidak terpengaruh oleh
argumentasi yang rasional. Ia hanya terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat
emosional dan perasaan. Maka untuk membangun percaya diri diperlukan alat yang
sama, yaitu emosi, perasaan, dan imajinasi.

Emosi, perasaan dan imajinasi yang positif akan meningkatkan rasa percaya diri.
Sebaliknya emosi, perasaan dan imajinasi yang negatif akan menurunkan rasa
percaya diri. Bagaimana caranya supaya diri kita selalu dikelilingi oleh energi
positif yang maksimum? Simak kiat-kiat berikut ini :

1. Menghilangkan pengaruh negatif.
Sejak lahir dan sepanjang hidup kita mengalami rangsangan positif dan negatif
dari lingkungan silih berganti. Orang yang sepanjang hidupnya menerima
rangsangan negatif relatif akan memiliki kadar percaya diri yang rendah.
Rangsangan negatif dapat berasal dari lingkungan keluarga, masyarakat sekitar,
kantor atau lingkungan pekerjaan, sekolah dan sebagainya.

Apabila kita terperangkap dalam suatu kondisi hubungan antar manusia yang
sangat buruk, segera cari solusi. Cara pertama adalah dengan berdamai atau
berkompromi dengan lingkungan. Terima kondisi dengan ikhlas. Tapi kalau tidak
membawa hasil positif, lebih baik keluar saja dari lingkungan tersebut apapun
resikonya.

2. Pengakuan dan Penghargaan
Pengakuan dan penghargaan orang lain terhadap keberadaan, perbuatan atau
prestasi kita, akan sangat meningkatkan rasa percaya diri. Masalahnya tidak
banyak orang lain yang melakukan hal itu. Hanya orang-orang positif yang mau
melakukan hal itu.

Solusinya adalah bergabunglah dengan kelompok orang-orang yang positif. Cara
lain, kita bisa memulai dengan melakukan pengakuan dan penghargaan pada diri
kita sendiri. Sekecil apapun perbuatan positif yang kita lakukan, akui dalam
diri kita, atau beri hadiah kecil-kecilan.

3. Pujian
Sama seperti halnya pengakuan, pujian dapat meningkatkan rasa percaya diri
kita. Siapa yang tidak senang kalau ada yang memuji penampilan, kepintaran atau
keahlian kita. Pujian pun jarang diberikan pada lingkungan orang yang mayoritas
berpikiran negatif.

4. Memanjakan diri
Memanjakan diri itu penting dan perlu. Karena dengan begitu, kita akan merasa
sebagai manusia yang berharga dan bisa menghargai orang lain.

5. Beranggapan baik terhadap diri sendiri
Ini cara yang paling mudah untuk meningkatkan percaya diri kita, karena dapat
dilakukan kapan saja dan di mana saja.

6. Dapatkan input positif melalui panca indra
Input positif dapat diperoleh lewat kisah-kisah heroik, kisah sukses, kisah
yang motivatif dan emosional dari tokoh atau pebisnis yang sukses. Kisah-kisah
tersebut dapat memotivasi kita untuk berpikir dan bertindak positif. Kita bisa
mendapatkan input tersebut dari buku, kaset, dan tv.

7. Biasakan bersikap positif
Mulailah bersikap positif dari diri sendiri dengan melakukannya pada kehidupan
sehari-hari. Pastikan memori kita hanya menyimpan peristiwa positif. Pandang
orang lain secara imbang dengan diri kita. Selalu berbuat jujur. Dan tunjukan
bahwa kita memang punya rasa percaya diri.


Mencari Inspirasi Dalam Berbisnis

Mulai Dari Rasa Cinta

Dulu, menjadi pengusaha rasanya seperti impian di awang-awang. Tapi, kini orang berlomba-lomba menjadi pengusaha.
Menurut Rhenaldi Kasali, banyak alasan orang kini berminat membuka usaha sendiri. Yakni, ingin menjadi bos bagi diri sendiri. Melihat peluang usaha, diajak teman atau bahkan karena daripada repot melamar ke sana kemari.

Di satu sisi menurut Rhenaldi, memiliki usaha sendiri memang menyenangkan. Misalnya, Anda memiliki jam kerja fleksibel, bebas melakukan hal yang disukai dengan penuh kemerdekaan, menjadi bos bagi diri sendiri, atau tidak perlu menemui intrik dan politik antarkaryawan.
Tapi, ini bukan berarti tak ada sisi tak asyiknya. Dengan berbisnis sendiri, Anda harus bertanggung jawab kepada nasib orang lain, bekerja 24 jam sehari atau 7 hari seminggu karena jika Anda tidak bekerja keras, Anda tidak akan mendapat gaji, dan rumah Anda pun tak bisa menjadi tempat untuk bercengkerama karena menjadi kantor juga.

Nah, bagaimana supaya sisi negatif ini tak dirasakan? Menurut Rhenaldi, kuncinya adalah passion. ?Terjunlah ke dalam bidang yang Anda cintai. Apapun itu, dan letakkan hati Anda di sana. Sebab, kecintaan ini membawa Anda untuk menambah pengetahuan mengenai bisnis itu, sehingga bisnis Anda makin tajam, beragam, dan Anda memiliki cita rasa untuk menjadikannya produk manis. Kecintaan juga membuat Anda tidak akan pernah merasa bosan,? saran Ketua Program Pasca Sarjana UI ini.

Setelah rasa cinta tumbuh, barulah wujudkan bisnis itu dengan kemauan kuat. Rhenaldi menilai, setiap orang pada dasarnya bisa melakukan bisnis, tapi hanya orang memiliki kemauan kuat yang mampu memulai usaha. ?Tak perlu rebut soal modal kecil, pegawai hanya satu, atau tempat usaha belum memadai. Buktinya, Femina yang bisa berjaya hingga lebih 30 tahun dimulai dari sebuah garasi,? ujar Rhenaldi.

Dalam mempertahankan bisnis, Rhenaldi menyarankan agar panjang akal. Sebagai pengusaha, Anda harus memikirkan bisnis supaya bisa balik modal, meraih keuntungan, dan juga memuaskan pelanggan. Harus disadari, bisnis tak selamanya untung, bersiaplah menghadapi kegagalan. Bahkan, Rhenaldi melihat, di tahun-tahun pertama membuka bisnis, tingkat kegagalan bisa mencapai 99%. Meski begitu, dia menyarankan untuk tidak lantas mundur. ?Cobalah berpikir seperti kata penyair Ralph Wado Emerson, yang mengatakan, ?Every wall is a door?. Setiap dinding adalah pintu, bukan sebaliknya,? tutur Rhenaldi.

Andapun tak perlu takut dengan persaingan. Karena bisnis tak mungkin melenggang tanpa kompetisi apapun. Yang penting, Rhenaldi menekankan, Anda selalu membuat diferensiasi, supaya bisa membedakan produk yang Anda jual atau produksi dengan pesaing-pesaing Anda.?

Pentingnya Perencanaan Bisnis

Berwirausaha bukan sekedar mewujudkan ide, namun juga membutuhkan business plan atau semacam perencanaan bisnis. Memulai usaha tanpa business plan, bagaikan membangun rumah tanpa gambar sehingga bentuk, besar dan kekokohannya tidak dapat terprediksi.

Sebuah business plan, menurut Rhenaldi, adalah a detail explanation. Jadi, dia memuat segala hal yang Anda impikan. Mulai dari rincian produk yang akan ditawarkan dan kelebihannya dibanding produk sejenis, pemilihan pasar, persaingan, pemilihan lokasi usaha, penggunaan SDM, pembiayaan, risiko, hingga strategi pemasarannya.

Perincian seperti itu penting, jika Anda ingin usaha Anda akan menjadi besar. Apa rambu-rambunya?
Pertama,
rencana yang ingin dilakukan. Tulislah apa yang Anda pikirkan atau impikan, lakukan perubahan, biasanya mukzizat akan datang dengan sendirinya.
Kedua, analisis pasar dan persaingan. Bukalah akses seluas-luasnya untuk mendapatkan pelanggan. Selain itu, buatlah agar pelanggan Anda loyal pada produk Anda.
Ketiga, mengenai SDM, carilah orang yang mempunyai tekad, passion, fokus, dan komitmen tinggi. Jangan cuma melihat nilai akademisnya, tapi pertimbangkan pula kecerdasan, emosionalnya.
Keempat, menentukan harga kompetitif sesuai kualitas. Kuncinya efisiensi, supaya Anda bisa menekan biaya produksi.
Kelima, jeli mencari lokasi dan supplier, serta membangun brand yang baik.


Before we get all excited over the recent news about coffee being our new antioxidant, we need to take a look at the entire picture. Is there truly a coffee antioxidant? If there is, how exactly is coffee an antioxidant? Does it become the antioxidant when it’s heated? Does the coffee antioxidant benefit everyone? Are there still dangers to drinking coffee? How much coffee is good for us and when does it become bad for us?


Berimajinasi dan Bermain Peran

Pada usia 2 tahun, anak memang suka berimajinasi, baik itu berkhayal ataupun berimajinasi dengan barang-barang yang ada disekitarnya.
Begitu juga dengan Digi. Saat ini Digi baru berumur 2 tahun 7 bulan dan memang sedang senang-senangnya bermain rumah-rumahan, bermain peran menjadi Ibu, menjadi kakak, menjadi adik, menjadi teman, dll. Digi juga senang sekali mengacak-acak kotak kecantikan, memakai perhiasan dan terkadang memakai baju saya. Terkadang saya suka kesal karena sehabis dipakai pasti saja rusak, namun saya sadar memang begitulah anak kecil.

Ternyata berimajinasi itu bukan saja dilakukan anak perempuan namun anak lelaki juga menyukai hal yang sama.

Memang, anak usia 2 tahun gemar meniru orang lain dan apa saja yang dilihatnya. Ia senang menirukan bagaimana binatang bersuara, dll. Maka, jangan heran kalau permainan imajinasi sangat diminatinya.

Tak hanya soal imajinasi, permainan peran juga penting untuk melatih konsentrasi. Sebuah sekolah swasta di M?nchen memasukkan permainan peran dalam kegiatannya. Menurut guru di sekolah tersebut, kegiatan eksplorasi imajinasi ini dapat mengajarkan anak perlunya tahu ada aturan dalam keseharian.

Permainan peran adalah dasar perilaku antarteman. Anak punya kesempatan mencoba berbagai peran berbeda dan mengetahui bagaimana reaksi orang lain terhadap dirinya. Misalnya, apa reaksi orang jika anak marah? Jika anak berani? Jika anak takut?

Bermain peran dapat mendorong kreativitas dan rasa percaya diri, karena dalam percakapan anak berlatih bagaimana bernegosiasi dengan orang lain.

Meski hanya main-main, terlihat anak melakukan dengan sungguh-sungguh seolah terjadi dalam kehidupan nyata. Jangan heran, kalau anak lebih percaya diri saat bertemu orang lain, meski ia belum kita kenalkan kepadanya. Kita pasti bangga punya anak yang PD!


Baru-baru ini sikap Digi sangat membuat saya kecewa. Pasalnya dia sulit untuk menghargai orang lain, baik itu dengan temannya apalagi dengan pembantu di rumah.
Sebagai orang tua, saya pusing oleh sikapnya yang sulit diajar. Dari tabloid ayahbuda saya mendapatkan informasi bahwa menurut Hans Grothe , penulis rubrik khusus pengasuhan anak majalah Eltern di Jerman dan pakar perkembangan anak, mengkritik pola pengasuhan yang selama ini diterapkan orang tua. Pola pengasuhan ini terlalu menekankan pada nilai-nilai seperti kemandirian, rasa percaya diri dan kemampuan untuk berprestasi yang notabene berpusat pada diri sendiri. Oleh sebab itu seringkali nilai altruistic, mementingkan orang lain, terabaikan. Bukankah nilai ini penting pula dalam pembentukan diri anak sebagai pribadi yang utuh?

Jangan jemu mengingatkan

Apakah perilaku yang altruistik seperti fair , sopan, berempati, berbagi dan membantu orang lain harus dipelajari anak dengan mendengar penjelasan orang tua seiring mulainya si kecil mengenal sosialisasi? Bagaimana jika orang tua sudah memberi contoh perilaku yang altruistik itu dalam kesehariannya? Tidakkah ini cukup?

Grothe berpendapat tidak demikian. Menurutnya, model perilaku memang penting dalam pembentukan diri si kecil. Tapi, orang tua masih punya tugas lain, yaitu tidak jemu menerangkan dan menerangkan kembali alasan mengapa nilai seperti sopan santun, sikap fair , dan perhatian pada orang lain perlu dilakukan.

Mengapa demikian? Tanpa menerangkan, orang tua seolah-olah memberikan lampu hijau pada kesalahpahaman yang dialami anak dalam interaksinya sehari-hari. Bukan tidak mungkin si kecil merasa kecewa bila harus, misalnya, berbagi tanpa tahu untuk apa sebenarnya ia melakukan hal itu.

Dasar berkomunikasi

Nilai altruistik perlu diwujudkan dengan kata-kata, seperti ucapan ?terima kasih? atau ?tolong? saat meminta bantuan. Menurut pakar perkembangan ini, kata-kata tersebut lebih dari sekadar ungkapan sopan santun, namun merupakan awal pemahaman tentang komunikasi.

Si kecil perlu tahu bahwa perasaan tak cukup disimpan di dalam hati. Perasaan perlu diungkapkan. Di kemudian hari keterampilan ini akan sangat bermanfaat dalam setiap hubungan yang dijalinnya. Banyak sekali hubungan yang mengalami kegagalan karena orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak mampu mengartikulasikan perasaan yang dialami.

Orang tua tidak perlu memaksakan anaknya berperilaku sopan. Yang penting, kita konsisten dengan nilai yang ingin diterapkan.

Dan sepertinya memang sikap konsisten yang harus saya terapkan untuk Digi..


Page 1 of 612345»...Last »
eXTReMe Tracker